Ini Dia Cara Cerdas Investasi Properti Produktif

Investasi merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menambah atau meningkatkan keuangan kita. Dengan kata lain investasi merupakan salah satu upaya untuk membuat keuangan lebih produktif atau lebih menghasilkan. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk berinvestasi mulai dari investasi dalam bentuk tabungan atau deposito, investasi emas, investasi saham atau bisnis dan juga investasi properti.

Perbedaan dan Keunggulan Investasi Properti dengan Investasi Lainnya

Sebelum membahas mengenai investasi properti akan lebih baik jika kita mengetahui terlebih dahulu perbedaan dan keunggulan investasi properti dibandingkan dengan jenis investasi yang lainnya.

Perbedaan dan Keunggulan Investasi Properti dengan Investasi Lainnya

Untuk mengetahui perbedaan dan keunggulan investasi properti dibandingkan dengan investasi keuangan yang lainnya seperti emas dan saham berikut akan kami jelaskan secara detail dan mendalam.

Seperti yang sudah dikemukakan oleh Dolf De Ross dalam bukunya yang berjudul Real Estate Riches. Ia menjelaskan mengenai alasan mengapa investasi properti lebih baik dan lebih menjanjikan dibandingkan dengan investasi yang lainnya misalnya seperti investasi pasar saham.

Berikut kelebihan dari investasi properti yang dapat anda rasakan.

  1. Harga Selalu Meningkat

Sudah dapat dipastikan bahwa harga properti akan semakin meningkat di setiap tahunnya. Nah, karena harganya yang selalu mengalami peningkatan maka keuntungannya pun dapat dipastikan terbilang cukup tinggi.

Hal ini disebabkan karena nilai aset properti akan cenderung meningkat setiap tahunnya. yang artinya semakin lama kita sebagai investor menahan penjualan maka nilai yang dimilikinya akan semakin tinggi.

Berbeda dengan investasi emas, walaupun harga emas juga memiliki harga yang cukup stabil. Namun, risiko kehilangan akan lebih tinggi dibandingkan properti.

  1. Investasi yang Aman

Investasi properti produktif merupakan jenis investasi yang aman. Hal ini karena kemungkinan kehilangan seluruh aset properti sangatlah kecil berbeda dengan investasi saham yang memiliki risiko yang sangat tinggi sehingga bukan tidak mungkin kita akan mengalami kerugian bukan keuntungan.

Misalnya saja investasi emas yang memiliki risiko kehilangan yang lebih tinggi dan investasi saham yang risiko kerugiannya juga lebih tinggi walaupun return yang akan didapatkan juga tinggi. Hukum berinvestasi saham adalah return yang tinggi sebanding dengan risikonya yang juga tinggi.

  1. Dapat Digunakan sebagai Jaminan

Investasi properti produktif merupakan cara yang tepat untuk memperoleh pinjaman bank yang besar. Hal ini karena jaminan yang berupa properti akan lebih dipercaya oleh bank sehingga kita bisa memperoleh pinjaman sekitar 80% dari harga jual properti tersebut.

  1. Imbal Hasil Lebih Tinggi

Investasi properti merupakan suatu investasi yang sifatnya jangka panjang. Jadi, bukan tidak mungkin jika kita akan memperoleh pendapatan atau imbal hasil yang terbilang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis investasi yang lainnya.

Selain itu, kita juga bisa mendapatkan passive income dari investasi properti produktif yang dikelola. Penghasilan tersebut biasanya akan anda dapatkan jika anda mampu mengelola properti dengan baik misalnya dengan cara disewakan atau dikontrakkan. Investasi properti anda akan lebih produktif jika anda mampu mengelolanya dengan cara tersebut.

Investasi properti produktif yang dikelola dengan baik bahkan dapat menutupi biaya pembelian atau pembayaran angsuran kepada bank. Jadi, walaupun anda membutuhkan biaya yang cukup tinggi pada saat awal membeli properti, anda bisa mendapatkan dan membayar angsuran KPR dengan passive income yang akan anda dapatkan setiap tahun atau bahkan setiap bulannya.

  1. Pendapatan Rutin

Jika anda mampu mengelola investasi properti yang anda lakukan dengan baik, maka bukan tidak mungkin anda akan mendapatkan pendapatan rutin dari hasil penyewaan dari properti yang anda miliki.

Terlebih lagi apabila properti yang anda miliki berada di lokasi yang cukup strategis, maka sudah dapat dipastikan harga sewa atau kontrak dan harga jualnya akan semakin tinggi.

Tentunya hal ini akan berbeda dengan investasi saham yang hanya mengandalkan dari return investment.ataupun investasi emas yang tidak bisa dibuat lebih produktif lagi.

Namun walaupun demikian, investasi properti juga memiliki kekurangan jika dibandingkan dengan investasi yang lainnya.

  1. Modal Awal Besar

Jika dibandingkan dengan jenis investasi yang lainnya, modal yang dibutuhkan untuk membangun bisnis properti produktif lebih besar dibandingkan dengan jenis investasi yang lainnya.

Namun hal ini bisa diatasi dengan adanya KPR yang sudah disediakan oleh bank. Perolehan passive income dapat anda gunakan untuk membayar cicilan kepada Bank. Oleh karena itu penting untuk membuat investasi properti anda lebih produktif.

  1. Biaya Maintanance Tinggi

Siapa bilang investasi properti tidak memerlukan biaya. Agar properti lebih baik dan memiliki daya jual yang lebih tinggi. Pastinya akan membutuhkan biaya maintenance yang cukup tinggi yakni biaya perawatan properti.

  1. Membayar Pajak PBB dan Biaya Lain

Investasi properti juga memerlukan biaya untuk pembayaran pajak PBB dan biaya lainnya seperti izin mendirikan bangunan (IMB) dan izin yang lainnya.

Kami tekankan sekali lagi bahwa membayar pajak PBB atau biaya lainnya dapat anda tutupi jika anda bisa dan mampu menjadikan properti lebih produktif.

  1. Sulit Dilikuidasi

Aset properti produktif yang anda miliki akan sulit untuk dilikuidasi hal ini karena memang sifat dari aset tetap seperti properti memang sulit untuk dilikuidasi.

Investasi Properti Produktif tetap Menjadi Investasi Terfavorit

Namun investasi properti tetap saja menjadi salah satu investasi yang paling banyak diminati oleh generasi milineal pada saat ini. Mengapa tidak? Investasi properti merupakan salah satu bentuk investasi yang cukup menjanjikan jika kita bisa menjalankannya dengan baik. Salah satu alasan mengapa sebuah investasi properti lebih menjanjikan dibandingkan dengan jenis investasi yang lainnya adalah karena harga properti akan terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya.

Investasi Properti Produktif tetap Menjadi Investasi Terfavorit

Jadi tidak heran jika banyak orang yang lebih tertarik untuk menginvestasikan uangnya ke dalam bentuk properti baik itu dalam bentuk bangunan ataupun tanah. Semua tergantung pada bagaimana cara mengelola investasi properti yang dimilikinya.

Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya setiap investasi memiliki risikonya sendiri-sendiri. Ada yang memiliki risiko yang tinggi dan ada juga yang risikonya rendah. Namun, hal ini kembali lagi kepada kita sebagai investor. Setiap investor pasti melakukan investasi untuk mendapatkan keuntungan. Jadi jika ditanya investasi mana yang lebih menjanjikan dan menguntungkan untuk ke depannya. Semua bergantung pada cara anda sebagai investor mengelolanya.

Nah, sejak tahun 2017 lalu investasi properti masih menjadi pilihan terfavorit di kalangan investor. Hal ini karena adanya tax amnesty yang dijalankan di pemerintah hingga program-program pemerintah ang ikut membantu laju perkembangan properti yang semakin membaik dari tahun ke tahun.

Ada banya investasi properti yang bisa anda pilih yang pastinya akan lebih menguntungkan jika anda memilihnya dengan cara yang tepat. Misalnya seperti apartemen, perumahan, tanah kavling dan sebagainya.

Apa Itu Investasi Produktif?

Investasi properti terdiri dari dua jenis yakni properti konsumtif dan properti produktif. Investasi properti produktif merupakan properti yang paling baik walaupun properti konsumtif bukanlah investasi yang bagus. Namun, bagi anda yang baru bergelut di bidang investasi properti akan lebih baik jika anda lebih fokus untuk memahami hal-hal tentang properti produktif ini.

Nah, bagi anda yang masih belum paham mengenai apa itu investasi produktif berikut akan kami jelaskan mengenai kapan properti dapat dikatakan sebagai properti produktif atau tidak.

Apa Itu Investasi Properti Produktif

Jadi, jawaban dari apa yang dimaksud dengan properti produktif? Jadi, properti produktif merupakan sebuah properti yang memiliki hasil.

Ciri-ciri Properti Produktif

Investasi properti dikatakan sebagai investasi properti produktif jika memiliki ciri-ciri berikut ini.

  1. Memiliki Arus Kas

Dikatakan sebagai investasi properti produktif jika properti yang anda miliki bisa mendapatkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan sekedar properti yang dikonsumsi. Misalnya saja sebuah tanah yang terletak di pinggir jalan dengan harga Rp. 300 juta.

Untuk selanjutnya anda bisa membeli properti yang bisa dijalankan dengan sukses dengan mengadakan sebuah bisnis diatas tanah tersebut. Contohnya misalnya anda membuat warung bakso di lokasi properti tersebut.

Anda akan memperoleh keuntungan dari penjualan bakso tersebut rata-rata perbulannya misalnya sekitar Rp. 4 juta setelah dikurangi oleh biaya produksinya.

Nah, jika arus kas tersebut diperhitungkan selama setahun artinya penghasilan dikalikan dengan 12 bulan. Maka dalam setahun, bisnis yang anda jalankan di properti yang anda miliki terebut akan memperoleh penghasilan sebesar Rp. 48 juta per tahunnya.

Artinya dalam jangka waktu 5 tahun bisnis bakso anda akan memiliki arus kas sebesar Rp. 240 juta. Jika kurang lebih dalam 5 tahun bisnis bakso anda sudah menghasilkan arus kas sebesar Rp.  300 juta maka hal ini sudah sebanding dengan nilai asetnya.

Jadi bisa dikatakan bahwa keuntungan dari nilai arus kas dan nilai capital gain dari aset menjadi meningkat. Selain itu juga rata-rata nilai sebuah properti juga akan meningkat 2 kali lipat selama 5 tahun. Jadi tanah yang awalnya anda beli hanya sebesar Rp.300 juta, maka dalam waktu 5 tahun tanah tersebut bisa memiliki nilai jual sebesar Rp. 600 juta. Nah, properti yang sudah dapat memberikan arus kas positif seperti yang sudah dijelaskan diatas termasuk ke dalam kategori properti produktif.

  1. Memiliki Potesi Kenaikan Harga dan Memiliki Kemampuan Daya Jual yang Tinggi

Properti produktif memiliki ciri-ciri adanya potensi kenaikan harga yang akan meningkat di setiap tahunnya. misalnya saja properti tersebut akan memiliki peluang kenaikan harga karena adanya perkembangan dalam pembangunan dan populasi penduduk. Daya jual yang meningkat juga dapat dipengaruhi karena adanya brand dari pengelola yang sudah ternama. 

  1. Memiliki Lokasi yang Strategis

Lokasi dari sebuah properti merupakan suatu hal yang sangat penting. Hal ini karena lokasi yang strategis akan mempengaruhi daya jual dan cash flow yang lebih tinggi. Jika cash flow yang didapatkan tinggi maka juga pasti memiliki potensi kenaikan harga dan juga nilai jual yang tinggi.

Jadi belilah properti yang memiliki posisi yang strategis. Anda bisa memilih properti yang sudah jelas ataupun ada dalam rencana pembangunan oleh pemerintah. Lokasi properti produktif yang strategis misalnya berada di daerah bandara, terminal, kampus, tempat wisata ataupun di pusat perbelanjaan. Hal yang harus anda perhatikan adalah jangan membeli properti yang lokasinya belum jelas atau akan memiliki gangguan alam.

Untuk lebih jelasnya berikut ini merupakan ciri lokasi yang menjanjikan untuk investasi properti produktif.

  • Arus Masuk Lebih Besar Daripada Arus Keluar

Sebuah lokasi untuk bisnis properti produktif akan lebih baik dan positif jika aru masuk ke lokasi lebih besar dibandingkan dengan arus keluar. Hal ini artinya adalah secara demografi kawasan tersebut masih menjadi tujuan arus oleh orang-orang untuk menggantungkan hidup mereka.

  • Memiliki Akses yang Mudah

Selanjutnya pastikan lokasi properti produktif anda memiliki akses yang mudah dengan sebuah pusat kota atau tempat dimana bisa terjadi aktivitas masyrakat misalnya di perkotaan.

Hal ini karena pusat kota merupakan suatu pusat pertumbuhan. Misalnya saja di Ibukota Jakarta dengan CBD area atau emas Jakarta. Area ini sering dijadikan sebagai kawasan perdagangan, bisnsi dan hiburan.

  • Menjadi Tujuan Utama Konsumen atau Investor

Selanjutnya ciri lokasi yang potensial adalah berada di kawasan yang menjadi tujuan utama dari para konsumen ataupun investor. Secara umum kawasan ini berada di likasi pilihan masyrakat yang memiliki penghasilan menengah ke atas.

  • Berada di Sunrise Properti

Selanjutnya adalah pastikan lokasi properti anda berada di kategori sunrise properti. Dimana lokasinya berada di kawasan yang baru dan masih berkembang, kawasan yang baru dan stabil dan kawasan yang baru dan direhabilitasi. Namun, kawasan ini memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang lebih maju di masa depan.

  1. Bisa di Produktifkan

Pastinya properti produktif memiliki sifat yang bisa di produktifkan. Maksudnya adalah pastikan properti tesebut bisa diberdayakan. Misalnya disewakan atau dikontrakkan. Misalnya saja sebuah tanah yang masih belum bisa diapa-apakan. Namun, tanah tersebut ternyata bisa dijadikan sebagai sawah, tambak, perkebunan, peternakan dan sebagainya. Maka properti tersebut dapat dikatakan termasuk ke dalam properti produktif.

  1. Tidak Memiliki Hutang Negatif

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa  properti produktif merupakan sebuah properti yang bisa dikelola dan dapat menghasilkan cash flow yang positif. Namun, hal yang harus anda perhatikan adalah pastikan cash flow yang dihasilkan positif.

Misalnya saja pada saat anda membeli properti yang meskipun bisa dikelola dan dapat mendatangkan cash flow, akan tetapi jika properti yang dibeli merupakan properti kredit dengan harga yang tinggi dan cash flow yang dihasilkan tidak sanggup menutupi harga dari cicilan ke properti maka hal tersebut sia-sia.

Jika terjadi hal yang demikian, maka properti yang dikatakan tidak dapat dikatakan sebagai properti produktif.

Cara Sukses Agar Investasi Properti Menjadi Produktif

Cara Sukses Agar Investasi Properti Menjadi Produktif

  1. Disewakan

Langkah pertama yang bisa anda lakukan untuk membuat investasi properti anda lebih produktif adalah dengan cara menyewakannya baik untuk dijadikan sebagai penginapan, guest house ataupun kostan.

Jika anda mampu mengelola dan memasarkannya, sudah dapat dipastikan anda akan mendapatkan passive income di setiap bulannya.

  1. Dikontrakkan

Sama halnya seperti properti produktif yang disewakan. Cara ini juga bisa anda jadikan alternatif untuk menghasilkan passive income disetiap tahunnya. Biasanya properti produktif dengan cara dikontrakkan akan menghasilkan passive income setiap tahunnya.

Pastikan anda memberikan fasilitas yang mendukung dan membuat nyaman orang yang menyewa atau mengontrak kepada anda.

  1. Berkebun

Kata siapa properti produtif dalam bentuk tanah bisa menghasilkan passive income. Jika anda tidak memiliki dana untuk membangun sebuah bangunan di tanah kavling yang anda beli. Berkebun bisa anda jadikan pilihan. Misalnya saja membuat kebun kurma, durian dan sebagainya yang sudah banyak dilakukan untuk membuat properti lebih produktif seperti pada saat ini.

Itulah informasi mengenai cara cerdas investasi properti produktif yang bisa kami sampaikan. Semoga bisa menambah ilmu dan bermanfaat. Terimakasih.